Rabu, 05 Januari 2011

Sebab-sebab Umat Islam Tidak Bersatu

Oleh Ilyas, 05 Januari 2011 (dari berbagai sumber)

Kenapa kaum muslimin di dunia tidak bersatu? Mungkin itu pertanyaan kita ketika mendengar atau menyaksikan kaum muslim ditindas oleh kaum kafir, terus kenapa kaum muslim ada yang berperang sesama muslim? Pertanyaan yang sama ini muncul dengan perasaan saya ketika masih kecil. Mari kita flashback dan telusuri bersama kenapa semua ini bisa terjadi.
Pada tahun 1967 terjadi perang 6 hari Negara-negara Arab dengan Israel yang dimenangkan oleh Israel. Tahun 1990-an terjadi perang teluk antara Irak melawan Amerika serikat dan sekutunya yang mengakibatkan kekalahan Irak. Sebelum melawan tentara sekutu pimpinan Amerika, Irak berperang terlebih dahulu dengan Negara tetangga, Iran. Kita mungkin masih ingat tahun 2006 ketika pecah perang Hizbullah dangan Israel. Tahun 2009 di jalur Gaza, Palestina, terjadi pertempuran hebat antara Hammas melawan tantara Yahudi Israel. Perjuangan-perjuangan rakyat Palestina dari penindasan bangsa Yahudi Israel yang hingga kini belum terwujud. Dan masih banyak perang dan penindasan yang dilakukan oleh orang kafir, bahkan oleh orang Islam sendiri.
Kenapa kaum Muslimin selalu kalah telak dalam menghadapi perang dan penindasan yang dilakukan oleh oang kafir. Penulis coba menelusuri, ternyata dalam Agama Islam sendiri telah terjadi perang keyakinan sesama penganutnya. Kita tahu bahwa Islam sudah pecah menjadi dua golongan mayoritas, yakni Sunni dan Syiah.   Pecahnya Islam terjadi pasca insiden Karbala, Irak, yakni pembunuhan cucu Nabi Muhammad SAW, Hussein bin Ali, atau yang biasa dikenal Imam Hussein, pada tanggal 10 Muharam tahun 61 H atau bertepatan dengan tahun 680 M. Pembunuhan dilakukan  oleh orang Islam sendiri yang dilatar belakangi pengaruh politik kekuasaan, Muhammad dibunuh oleh umat Muhammad. Kejadian itu telah memecah belah umat Islam menjadi 2 golongan, yakni pengikut Hussein bin Ali yang menamakan diri aliran Syiah  dan satu lagi kelompok Sunni yang dituding oleh kelompok Syiah sebagai pembunuh cucu Nabi dan dianggap telah murtad. Kaum Sunni pun menuduh kaum Syiah telah sesat. Saling tuding inilah yang hingga kini belum terselesaikan dan menjadi akar permusuhan kedua sekte tersebut.
Pada tahun 1980-an terjadi perang Irak-Iran (Irak mayoritas penduduknya kaum Sunni sedangkan Iran mayoritas Syiah) yang dilatar belakangi kecurigaan satu sama lain. Hizbullah dan Hammas adalah kelompok pejuang kaum Syiah. Ketika kedua kelompok ini berperang melawan kaum kafir, hanya kaumnya saja mendukung yakni Negara yang mayoritas Syiah seperti Suriah dan Iran. Bahkan antara kaum Syiah dan Sunni terjadi saling serang seperti Hammas melawan kelompok pejuang Sunni yang sama-sama dari Palestina, yakni kelompok Fattah. Terjadi perang antar sekte di Irak pasca jatuhnya rezim Saddam Hussein. Tidak ada solideritas dari Negara-negara Islam lain ketika Iran mendapatkan tekanan dari Amerika Serikat. Atau sebaliknya, kelompok atau Negara-negara mayoritas Syiah tidak ingin berperan serta dalam perjuangan kaum Sunni.
Dari kilas balik diatas, jelas benar bahwa politik kekuasaan telah memecah belah persatuan umat Islam diawali ketika tragedi Karbala atau setelah 47 wafatnya Nabi Muhammad SAW. Hingga hari ini Sunni dan Syiah tidak dapat di satukan. Satu sama lain merasa paling benar,  saling curiga, Al-Quran masing-masing diklaim yang paling asli, wallahualam. Di Indonesia, walaupun mayoritas umat Islam Sunni bukan berarti kita yang paling berkuasa. Marilah hadapi perbedaan ini dengan semangat Ukhuwah Islamiyah, bersatulah kita kaum Muslimin walaupun kita berbeda.

2 comments:

Rachma Dyah mengatakan...

Ada tanggal yang belum disebutkan.. 3 maret 1924.
Tanggal dimana Khilafah diruntuhkan oleh Mustafa kemal pasha atau yang biasa kita kenal dengan mustafa kemal At-taturk.. ^^
karena sejak hari itu, umat Islam dikotak2kan menjadi negara2 nasionalis. Dan tidak punya Ulil Amri yang satu.....

Seniman Gagal mengatakan...

@Rahma Dyah, betul sekali......
Sejak saat itu pula umat Islam saling curiga satu sama lain. Masing-masing kelompok sekte mendirikan negara Islam sendiri-sendiri. Sunni dan Syiah hingga hari ini terus berseteru. Mereka saling bunuh, "Islam membunuh Islam". .......

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates